“Jalan ini sudah rusak dari bulan Desember 2025 lalu. Setiap kali lewat sini, kami harus ekstra hati-hati karena aspalnya menggantung dan tanah di bawahnya terus terkikis. Kalau tidak segera diperbaiki, jalan ini bisa putus total,” keluh Tonce.
Mengingat status ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, Tonce mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sikka, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera mengambil tindakan nyata.
Tonce menilai pemerintah terkesan lamban dalam menangani infrastruktur publik yang krusial.
“Jika jalan ini sampai terputus total, maka dampak kerugian ekonomi dan sosial akan sangat besar,” jelasnya.
Lanjut Tonce, jika terputus total maka distribusi hasil bumi dari tiga kecamatan akan lumpuh, dan citra pariwisata Sikka di mata internasional terancam merosot akibat akses ke dua sanggar budaya ikonik tersebut terputus.
”Kami minta Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago beserta jajaran Dinas PUPR untuk segera turun ke lapangan, mengalokasikan anggaran darurat, dan melakukan perbaikan permanen (seperti pembangunan turap atau dinding penahan tanah) sebelum memakan korban jiwa,” ujarnya tegas.
Tonce mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk tidak menutup mata dan baru bertindak setelah musibah atau kecelakaan fatal terjadi di lokasi tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
