Indeks
Daerah  

Dinilai Tipu Masyarakat dan Mahasiswa Soal Data Kemiskinan Ekstrem, Janji Bupati Sikka Ditagih

"Sampai hari ini program itu pun tidak dijalankan, tidak dirasakan. Data yang diambil oleh mahasiswa Unipa itu tidak direalisasikan. Artinya, Bapak Bupati sudah menipu kami mahasiswa, dan begitu juga masyarakat di Kabupaten Sikka," ujar Alfianus tegas.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260709 085932433
Alfianus Pilatus, mahasiswa Semester IV Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, menilai program pendataan keluarga miskin ekstrem yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun lalu tidak memberikan dampak nyata dan terkesan hanya memberi harapan palsu. | (Foto: Dok istimewa)

NTT-Post.com, SIKKA — Program Pemerintah Kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago mendapat kritik dari kalangan akademisi.

Alfianus Pilatus, mahasiswa Semester IV Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, menilai program pendataan keluarga miskin ekstrem yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun lalu tidak memberikan dampak nyata dan terkesan hanya memberi harapan palsu.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Alfianus dalam sesi diskusi kegiatan Evaluasi Penguatan Program dan Kelembagaan MPR RI* yang berlangsung di Aula Sekretariat Partai Golkar Sikka, Selasa (7/7/2026).

Agenda ini diinisiasi oleh Badan Penganggaran MPR RI melalui Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, bekerja sama dengan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Sikka.

Menurut Alfianus, pada pelaksanaan KKN tahun sebelumnya, mahasiswa Unipa diterjunkan untuk mendata masyarakat miskin ekstrem sebagai basis kebijakan pemerintah daerah.

Namun hingga saat ini, data yang dikumpulkan secara langsung di lapangan tersebut tidak kunjung dieksekusi menjadi program nyata.

“Sampai hari ini program itu pun tidak dijalankan, tidak dirasakan. Data yang diambil oleh mahasiswa Unipa itu tidak direalisasikan. Artinya, Bapak Bupati sudah menipu kami mahasiswa, dan begitu juga masyarakat di Kabupaten Sikka,” ujar Alfianus tegas.

Selain menyoroti mandeknya tindak lanjut data kemiskinan, ia juga mengkritisi kondisi infrastruktur di Kabupaten Sikka yang dinilainya memprihatinkan.

Alfianus mencontohkan hancurnya akses jalan di wilayah timur Sikka, seperti di kawasan Tanawawo hingga arah Lio.

“Masyarakat hari ini menangis, sedih dengan janji-janji kampanye yang disampaikan oleh Bapak Bupati Sikka,” tambahnya.

“Jalan-jalan di pelosok sana di arah timur, terlebih-lebih di Tanawawo, arah Lio, sampai hari ini rusak parah. Ketika berbicara dalam konteks Kabupaten Sikka saya cukup kasihan, sebagai mahasiswa saya cukup prihatin melihat Kabupaten Sikka hari ini,” tambahnya.

Golkar Sikka Akui Harapan Masyarakat Belum Terpenuhi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version