NTT-Post.com, SIKKA – Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) resmi membuka layanan call center pengaduan bagi korban Gempa Flores di wilayah Kabupaten Sikka.
Langkah ini diambil mengingat hari ke-6 pasca bencana, masih banyak warga terdampak yang belum menerima bantuan, terutama mereka yang melakukan evakuasi mandiri dan mendirikan posko pengungsian sendiri di desa-desa dan kelurahan yang terkena dampak.
Ketua Aliansi Wartawan Sikka, Mario W.P. Sina, mengatakan pembukaan call center ini didorong oleh banyaknya keluhan warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Kami tergerak membuka call center pengaduan sebab banyak warga yang mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah,” ujar Mario, Kamis (20/8/2026).
Mario menjelaskan, pembukaan call center kerena banyak pengaduan masyarakat yang masuk ke awak media Sikka serta diposting di berbagai platform media sosial.
“Tujuannya untuk memastikan distribusi bantuan logistik berjalan cepat dan tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi warga yang terlupakan,” tegas Mario.
Berdasarkan pemantauan awak media yang bertugas di Kabupaten Sikka, penyaluran bantuan sejauh ini lebih terfokus pada pengungsi yang berada di lokasi evakuasi terpusat di Gelora Samador da Cunha dan Pulau Palue.
Sementara itu, banyak warga terdampak yang melakukan evakuasi mandiri dan mendirikan tenda darurat sendiri belum tersentuh bantuan pemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
