Kondisi jembatan yang dibangun pada tahun 2011 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) tersebut memang sudah memprihatinkan.
Dengan pagu anggaran sekitar Rp76 juta saat itu, konstruksi bangunan dinilai sudah tidak memadai untuk menahan beban dan usia.
“Jembatan ini memang konstruksinya tidak terlalu bagus. Dibangun sejak tahun 2011, faktor usia dan kualitas bangunan diduga menjadi penyebab utamanya,” tambah Seferinus.
Mengingat urgensi akses tersebut, warga berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat segera melakukan perbaikan darurat maupun permanen.
“Kami berharap Pemda TTU melalui BPBD bisa membantu memperbaiki jembatan ini sehingga tidak menghambat aktivitas masyarakat, terutama anak-anak PAUD serta warga lain yang membutuhkan pelayanan desa,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah penanganan yang akan diambil untuk mengatasi jembatan ambruk di Desa Kaenbaun tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
