Aksi ini bertujuan untuk meringankan keluarga korban, dan mendukung proses pencarian para nelayan di lapangan.
“Kami kumpul uang dari rumah ke rumah, hingga ada yang pegang kotak dan berdiri di jalan. Ada juga yang open donasi, ini uang untuk dua kapal motor nelayan beli solar dan makanan dalam upaya pencarian korban, ” ungkapnya.
Lanjut Allan, pada Rabu, (28/1/2026) pagi dua kapal motor nelayan Ndori Kabupaten Ende ikut bergerak menyisir perairan Paga hingga ke perairan Lembata, dan Solor selama dua malam.
“Dua hari lalu mereka sampai di perairan Lembata dan Solor. Mereka menyisir selama dua malam dan akhirnya pulang dengan tangan kosong,” katanya.
Hingga kini menurut Allan, belum ada kapal motor yang turun ke laut untuk mencari. Hal ini terkendala logistik operasional seperti BBM dan makanan untuk nelayan yang membantu pencarian.
“Kami hari ini kembali kumpulkan dana, kalau sudah cukup untuk beli BBM dan untuk makan maka para nelayan kembali turun,” jelasnya.
“Bukan Retorika, Kami Butuh Tindakan”
Keluarga juga menyoroti kunjungan Wakil Bupati Sikka dan Kepala Dinas BPBD yang dinilai hanya sebatas diskusi tanpa solusi konkret.
Alan mengibaratkan penanganan pemerintah saat ini seperti mendiagnosis penyakit tanpa memberikan obat.
“Sakit kepala bukan hanya omong bilang ‘Bapak sakit kepala begini’, tidak. Butuh minum obat. Itu tindakan yang kami butuh, bukan persoalan retorika,” tegas Alan.
Hingga kini, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago ketika dihubungi melalui pesan Whatsapp belum memberikan jawaban.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
