Indeks
Daerah  

Korban Gempa Flores di Nangahure Lembah-Sikka Mengaku Belum Didata dan Belum Terima Bantuan Pemerintah

Dari kami gempa pertama sampai sekarang itu memang kita belum, tidak pernah dapat bantuan," ujarnya saat menghubungi Call Center Awas, Kamis, (20/8/2026). 

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260820 WA0015 e1787205162645
Enam Hari Pascagempa Flores, Warga Nangahure Lembah Sikka Belum Terima Bantuan Pemerintah. | (Foto: HO Warga)

NTT-Post.com, SIKKA – Sudah enam hari berlalu sejak gempa mengguncang Flores, namun sejumlah warga di Nangahure Lembah, RT 08/RW 02, Kelurahan Wuring, Kabupaten Sikka, mengaku hingga kini belum menerima bantuan apa pun, baik dari pemerintah maupun satuan tugas (satgas) penanganan bencana.

Hal ini berbanding terbalik dengan para pengungsi terpusat yang ada di Gelora Samador Maumere. Mereka rutin menerima bantuan dari pemerintah maupun perorangan.

Fitri, salah satu warga, menuturkan bahwa sejak gempa pertama terjadi hingga hari keenam, dirinya bersama keluarga sama sekali belum pernah mendapat bantuan dalam bentuk apa pun.

“Dari kami gempa pertama sampai sekarang itu memang kita belum, tidak pernah dapat bantuan,” ujarnya saat menghubungi Call Center Awas, Kamis, (20/8/2026).

Ia menjelaskan, dirinya bersama beberapa kepala keluarga lain di lingkungannya sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman usai gempa pertama, sebelum akhirnya memilih kembali ke rumah dan bertahan dengan evakuasi mandiri karena khawatir barang-barang di rumah hilang dicuri jika ditinggal kosong.

Ketiadaan bantuan ini, menurutnya, berkaitan erat dengan minimnya pendataan terhadap warga yang melakukan evakuasi mandiri.

Sepanjang enam hari pascagempa, ia mengaku belum pernah didatangi petugas kelurahan maupun satgas, bahkan kartu keluarga (KK) mereka pun tidak pernah diminta untuk keperluan pendataan korban terdampak.

“Belum pernah, belum pernah memang mereka datang untuk mendata kami,” katanya.

Ia menyebut, pendataan sejauh ini hanya menyasar warga yang mengungsi di salah satu posko terpusat yang ada di Nangahure Lembah.

Sementara warga yang bertahan di sekitar rumah masing-masing dengan evakuasi mandiri belum tersentuh sama sekali, baik dari sisi pendataan maupun bantuan logistik seperti tenda dan sembako.

Padahal, menurutnya, jumlah warga yang melakukan evakuasi mandiri cukup banyak, diperkirakan mencapai puluhan jiwa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version