Indeks
Daerah  

Memasuki Hari Keenam Pencarian Dua Nelayan Hilang, Warga Paga: Pemerintah Tidak Berguna

Jo Siwaseko, salah satu orang muda Desa Paga menyebut Pemerintah Kabupaten Sikka tidak berguna dalam pencarian dua nelayan hilang, bahkan melabeli kehadiran Pemerintah melalui Basarnas hanya sebatas formalitas belaka.

Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260130 170253
Warga Desa Paga saat berkoordinasi untuk melakukan pencarian dua nelayan hilang secara mandiri. | (Foto: NTT-Post)

NTT-Post.com, SIKKA – Warga Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka menyampaikan kekecewaan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka, yang dinilai tidak mampu menurunkan armada lengkap untuk pencarian dua nelayan hilang asal Desa Paga.

Hingga hari keenam hilangnya dua orang nelayan tersebut, upaya pencarian dari pihak pemerintah melalui Basarnas Maumere dinilai lamban, tidak profesional, dan minim fasilitas.

Jo Siwaseko, salah satu orang muda Desa Paga menyebut Pemerintah Kabupaten Sikka tidak berguna dalam pencarian dua nelayan hilang, bahkan melabeli kehadiran Pemerintah melalui Basarnas hanya sebatas formalitas belaka.

“Pemerintah tidak berguna mereka datang hanya bawa perahu karet, padahal nelayan ini hanyut puluhan mil dari pantai. Kalau pake perahu karet itu hanya untuk pencarian di pinggir pantai. Benar-benar tidak berguna,” tuturnya saat ditemui di Desa Paga, Jumat, (30/1/2026).

Dua nelayan asal Paga dilaporkan hilang sejak tanggal 25 Januari lalu. Kabar kehilangan ini bermula saat korban menghubungi keluarga via telepon seluler pada pukul 16.00 WITA, melaporkan bahwa baling-baling perahu mereka patah dan mereka mulai terombang-ambing.

Meski laporan segera diteruskan ke Basarnas, tim penyelamat baru tiba di lokasi pada keesokan harinya, tanggal 26 Januari.

Jo Siwaseko mengatakan keterlambatan ini dianggap fatal karena arus laut dan angin kencang telah membawa korban jauh ke arah timur.

“Perahu karet, itu tidak ada gunanya. Itu untuk tamasya, buat main banana boat saja. Mereka hanya cari 2-3 mil dari bibir pantai. Kalau jarak segitu, kami bisa berenang,” ujarnya.

Perahu karet Basarnas Maumere yang digunakan untuk melakukan pencarian dua nelayan hilang di Desa Paga. | (Foto: NTT-Post)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version