“Kami sangat kecewa sekali. Yang bermasalah itu kan CV Bongkunis Jaya, sehingga kami sebagai dampak di belakang, mohon dikaji kembali keputusannya,” ungkapnya dengan nada memohon.
Masyarakat mendesak pimpinan daerah dan anggota Forkompimda untuk “memutuskan dengan kepala yang jernih, jangan dengan amarah”.
Mereka berharap pemerintah dapat bersikap adil dan bijaksana, serta merasakan bagaimana dampak penutupan ini terhadap perekonomian pedagang kecil.
” Dampak penutupan pasar PNPM ini besar, kami yang jualan di pasar ini adalah pedagang kecil yang bersandar hidup melalui pasar ini. Bupati jangan egois,” ujarnya.
Janji Politik yang Belum Terpenuhi
Kekecewaan ini diperparah dengan belum terealisasinya janji politik Bupati terkait perbaikan akses jalan menuju pasar.
“Waktu kampanye di Wuring Lama, Kelurahan Wolomarang, dia berjanji untuk memperbaiki jalan ini, dari pertigaan sampai di ujung,” ujar Ali Akbar merujuk pada janji yang diucapkan oleh Bupati saat ini.
Dia menegaskan, meskipun penutupan CV Bongkunis merupakan hak pemerintah, Pasar PNPM Mandiri adalah aset rakyat dan sumber mata pencaharian.
“Ini untuk kemaslahatan masyarakat kebanyakan. Bukan hanya Kelurahan Wolomarang saja, tapi umumnya para konsumen yang mencari ikan segar selalu ke Pasar PNPM Mandiri Wuring,” tutupnya.
Dia memohon agar keputusan penutupan Pasar PNPM Mandiri dikaji kembali demi kepentingan publik.
Sementara terkait penutupan pasar PNPM, Pemerintah Kabupaten Sikka dan Satuan Gugus Tugas Penertiban Pasar Wuring hingga kini belum memberikan penjelasan***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
