Darius Kolo, warga Kelurahan Sasi RT 19/RW 02, menilai kehadiran penerbangan tersebut sebagai langkah positif bagi kemajuan daerah.
Namun, ia memberikan catatan dari sisi biaya operasional yang dinilai masih tergolong mahal jika dibandingkan dengan moda transportasi darat.
“Perasaan kami tentu baik dengan adanya transportasi udara ini, tetapi program ini lebih cocok untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas,” ujar Darius, Rabu (15/07/2026).
Ia menjelaskan bahwa biaya perjalanan darat dari Kefamenanu ke Kupang saat ini masih relatif terjangkau bagi kantong masyarakat luas, yakni sekitar Rp125 ribu dengan menggunakan bus maupun mobil travel.
Perbedaan harga yang cukup signifikan membuat sebagian besar masyarakat diprediksi akan tetap memilih jalur darat.
Agar layanan penerbangan ini dapat dinikmati secara lebih luas dan inklusif, Darius berharap pemerintah daerah bersedia mempertimbangkan kebijakan subsidi tiket, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau bisa ada subsidi dari pemerintah, supaya masyarakat kecil juga bisa merasakan manfaat dari transportasi udara ini,” tambahnya.
Masyarakat kini berharap kehadiran rute penerbangan Kefa–Kupang tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur semata, tetapi juga benar-benar memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat TTU tanpa terkecuali.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
