Tower EWS Pululera berfungsi sebagai jalur komunikasi darurat yang terhubung dengan Pos Pengamat Gunung Lewotobi. Meskipun terhubung langsung, sirene tidak berbunyi otomatis.
Aktivasi hanya dilakukan setelah petugas pos menilai kondisi benar-benar darurat sehingga alarm hanya dibunyikan pada situasi yang diperlukan.
Kepala Desa Pululera, Paulus Sony Sang Tukan, menyampaikan apresiasi atas perhatian negara terhadap keselamatan warganya.
“Peresmian EWS ini menunjukkan kepedulian negara melalui Polri pada keselamatan warga Pululera. Kami sangat terbantu, alat ini menjadi harapan baru bagi kami,” katanya.
Ia menilai, keberadaan sistem tersebut akan memperkuat kesiapsiagaan warga serta meningkatkan koordinasi antarinstansi saat situasi darurat.
Dengan beroperasinya tower EWS, masyarakat Pululera kini memiliki instrumen vital untuk mempercepat respons dan memperbaiki alur mitigasi jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.
Tower EWS di kaki gunung itu tidak hanya menjadi fasilitas teknis, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
