Warga Pululera kini memiliki harapan baru menghadapi ancaman erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki setelah tower Early Warning System (EWS) resmi didirikan di desa tersebut.
NTT-Post.com, LARANTUKA – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo, meresmikan tower Early Warning System (EWS) di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu, 29 November 2025.
Fasilitas tersebut dihadirkan untuk memperkuat mitigasi bencana bagi masyarakat yang hidup di bawah ancaman erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang saat ini berstatus Level IV (Awas).
Komjen Pol. Dedi Prasetyo tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WITA bersama rombongan pejabat dalam rangkaian kunjungan kerjanya.
Kehadirannya disambut dengan prosesi adat khas Pululera, mulai dari sapaan adat, penyuguhan sirih-pinang, tembakau koli hingga moke, sebelum pengalungan selempang sebagai simbol penerimaan resmi oleh tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya Wakapolri menegaskan, pembangunan tower EWS merupakan wujud konkret kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam.
“Ini wujud komitmen kami untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam. Tujuannya jelas, menekan risiko keselamatan,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
