“Kami diminta datang lebih awal sekitar jam 10 pagi. Kami terdampak gempa karena rumah kami di pinggir pantai, jadi sementara ini kami membangun tenda mandiri di depan rumah,” ujar Nur.
Senada dengan Nur, Siti, warga asal Kelurahan Wuring, juga menceritakan perjuangannya menunggu bantuan hingga menahan lapar dan rasa lelah.
“Saya datang dari jam 10 pagi, sampai mengantuk menunggu. Tadi waktu pembagian makanan tidak sempat dapat karena kaki sakit untuk berdiri ambil makanan,” ungkap Siti.
Meski warga telah menunggu sejak pagi hingga sore hari, rombongan Menteri Pangan belum kunjung datang.
“Kami pasti tetap tunggu kerena kami membutuhkan bantuan. Tapi semoga beliau cepat datang,” harap Siti.
Informasi terakhir dari warga menyebutkan rombongan telah tiba di Maumere melalui Bandara Frans Seda dan sempat beristirahat di area sekitar.
Hingga sore hari, warga terdampak yang bertahan di lokasi penampungan berharap penyaluran bantuan pangan dapat segera direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka di tenda-tenda pengungsian mandiri.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
