Seiring dengan kenaikan status ke Level IV (Awas), Badan Geologi memperluas larangan kepada masyarakat atau wisawatan unutk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 7 km dari pusat erupsi.
Selain potensi awan panas dan lontaran material pijar, masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir lahar jika terjadi hujan lebat.
Wilayah yang dialiri sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
PVMBG juga memperingatkan, abu vulkanik dari erupsi berpotensi mengganggu operasional penerbangan jika sebaran abu mengarah ke bandara atau jalur lintas pesawat.
Bagi warga yang terdampak hujan abu, sangat dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.
Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta PVMBG.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan pemerintah daerah, dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya (hoaks).***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
