Gerakan ini awalnya dibentuk khusus untuk membantu masyarakat Nelayan, Tani, Ternak, dan Buruh (NTTB) lewat semangat gotong royong.
Yakobus menekankan bahwa KSP Kopdit Pintu Air selalu memegang teguh prinsip universal koperasi.
“Artinya, koperasi hadir bukan semata-mata mencari keuntungan komersial atau memberi derma, melainkan murni melayani kebutuhan anggotanya melalui budaya menabung dan pinjaman yang bijak,” jelas Jano.
Lanjut Jano, saat ini, skala nasional KSP Kopdit Pintu Air telah berkembang luar biasa. Total Kantor pelayanan menjadj 129 kantor di seluruh Indonesia (71 di antaranya berstatus Kantor Cabang).
“Sementara total anggota 509.370 orang, dengan total aset Sekitar Rp2,7 triliun,” ujarnya.
Sementara, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi atas peningkatan status KSP Kopdit Pintu Air Yogyakarta.
Menurutnya, koperasi adalah pilar utama ekonomi kerakyatan yang sejati karena modalnya berasal dari anggota dan hasilnya pun kembali dinikmati oleh anggota.
“Keberhasilan koperasi ada di tangan anggotanya. Kalau seluruh anggota menjalankan kewajibannya dengan baik, koperasi akan terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Danang.
Ia berharap dengan hadirnya gedung kantor cabang yang baru ini, KSP Kopdit Pintu Air Yogyakarta dapat semakin memperkuat fondasi ekonomi masyarakat setempat melalui pembiayaan produktif serta penguatan semangat gotong royong di wilayah Sleman dan sekitarnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
