Indeks

Kopdit Pintu Air Resmikan Kantor Cabang Nangablo, Bukti Komitmen 31 Tahun Pelayanan

​"Masyarakat sering khawatir, kalau simpan uang di lembaga yang kantornya belum milik sendiri, uang mereka bisa hilang. Kepercayaan masyarakat adalah yang utama. Kami menerjemahkan kepercayaan itu dengan memiliki rumah, gedung, dan aset sendiri," tegas Jano.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260415 135142
Wakil Bupati Sikka, bersama Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Uskup Maumere, Tokoh Koperasi Nasional, Ketua Pengawas dan Ketua Komite cabang Nangablo saat penandatanganan prasasti peresmian gedung kantor Kopdit Pintu Air Cabang Nangablo. | (Foto: Nivan Gomez)

Saat ini, dari total 60 kantor cabang, sebanyak 40 kantor sudah memiliki gedung sendiri, sementara 20 lainnya sedang dalam proses pembangunan.

Jika digabungkan dengan kantor cabang pembantu sebanyak 26 unit, total jaringan Pintu Air telah mencapai 86 kantor dengan total aset menyentuh angka Rp2,6 triliun.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Yakobus Jano juga memberikan pesan mendalam terkait perilaku ekonomi anggota.

Ia menyoroti budaya pesta pora yang kerap menjadi penghambat kemajuan finansial di wilayah tersebut.

​Jano mengajak seluruh anggota untuk menerapkan disiplin keuangan dengan rumus sederhana: Tabungan harus disisihkan di awal, bukan sisa dari konsumsi.

​”Kita harus punya prinsip ‘makan malam sisa esok’. Artinya, jangan habiskan semua pendapatan hari ini. Harus ada cadangan untuk masa depan atau kebutuhan mendesak,” pungkasnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version