Indeks

Selendang Dala Mawarani Jadi Favorit: Produk UMKM Kopdit Pintu Air Pikat 6 Koperasi Besar di Malaysia

Selendang motif Dala Mawarani, hasil tenunan tangan anggota UMKM KSP Kopdit Pintu Air, ditetapkan sebagai cendramata favorit bagi para pengurus dan General Manager dari enam koperasi besar di Malaysia yang dikunjungi selama empat hari delegasi Indonesia di tanah Jiran. 

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260504 183157
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengalungkan selendang tenun Dala Mawarani kepada pengurus dan GM Koperasi di Malaysia. (Foto: Dok Istimewa)

NTT-Post.com, KUALA LUMPUR – Produk lokal asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berhasil mencuri perhatian dalam ajang studi banding koperasi ke Malaysia pada Rabu, 29 April hingga Sabtu, 2 Mei 2026.

Selendang motif Dala Mawarani, hasil tenunan tangan anggota UMKM KSP Kopdit Pintu Air, ditetapkan sebagai cendramata favorit bagi para pengurus dan General Manager dari enam koperasi besar di Malaysia yang dikunjungi selama empat hari delegasi Indonesia di tanah Jiran.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, membawa langsung produk unggulan berupa selendang tenun tersebut sebagai misi promosi produk anggota dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ke kanca luar negeri.

​Dalam pertemuan tersebut, Yakobus Jano terpilih untuk mengalungkan selendang tenun tersebut kepada pimpinan dan GM Koperasi di Malaysia sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengalungkan selendang tenun Dala Mawarani kepada pengurus dan GM Koperasi di Malaysia. | (Foto: Dok Istimewa)

Cenderamata ini pun menjadi favorit dan sangat diapresiasi oleh para mitra koperasi di Malaysia.

​”Mereka senang sekali terima itu. Ini adalah hal yang menarik dari NTT,” ujar Yakobus Jano saat dihubungi.

Setiap selendang yang diberikan disertai dengan sinopsis yang menjelaskan filosofi mendalam di balik tenunan tersebut.

“Selendang Dala Mawarani ini bukan sekadar kain, melainkan simbol solidaritas kami untuk saudara-saudara di Malaysia,” jelas Jano.

Jano menyebut, kegiatan tersebut membuka peluang perdagangan antar-koperasi (inter-cooperative trade) di level ASEAN, di mana hasil UMKM anggota Indonesia dapat menembus pasar Malaysia, begitu pula sebaliknya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version