Hal ini menurutnya untuk memastikan bahwa kopi yang dihasilkan memiliki standar internasional sebelum dilepas ke pasaran.
“Para pihak dari New Zealand juga sudah melihat langsung kopi di kebun untuk memastikan standarnya dan kopi Arabika ini layak, kami sudah kerja sama,” tuturnya.
Keberhasilan Amandus menghasilkan kopi berkualitas tinggi tidak lepas dari teknik budidaya yang cerdas.
Sebelum menanam kopi pada tahun 2024 lalu, ia terlebih dahulu menanam pohon Mahoni sebagai pelindung (naungan).
Strategi ini terbukti ampuh. Daun mahoni yang gugur dan membusuk menjadi pupuk organik alami yang menyuburkan tanah merah di wilayah tersebut.
“Ratusan ton daun mahoni yang gugur berubah menjadi nutrisi bagi tanah saat terkena hujan. Inilah rahasia kesuburan kebun kami,” jelasnya.
Melihat potensi ekonomi yang sangat menjanjikan, Amandus mengajak masyarakat Sikka untuk tidak ragu membudidayakan kopi Arabika. Menurutnya, harga pasar saat ini sangat menguntungkan petani.
”Saya mengajak seluruh masyarakat Sikka, mari kita tanam kopi Arabika. Harganya sangat menjanjikan, dan yang terpenting, pembeli dari luar negeri sudah siap menampung hasil panen kita. Ini peluang emas untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” pungkasnya optimis.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
