Indeks

RSUD Kefamenanu Catat Gangguan Pencernaan dan Gula Darah Dominasi Pasien di Kemarau 2026

Sebagai gantinya, gangguan pencernaan non-diare menjadi keluhan yang paling dominan pada pasien rawat jalan. Sementara itu, untuk pasien rawat inap, kasus gangguan gula darah (diabetes) cukup banyak mendominasi ruang perawatan.

Reporter : Ramos Suni Editor: Redaksi
IMG 20260813 WA0007
RSUD Kefamenanu Catat Gangguan Pencernaan dan Gula Darah Dominasi Pasien di Kemarau 2026. | (Foto: Ramos Suni)

NTT-Post.com, TTU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu mengungkap adanya perubahan tren penyakit yang dialami masyarakat selama musim kemarau 2026.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya musim kemarau identik dengan meningkatnya kasus diare, kondisi berbeda justru terlihat tahun ini.

Berdasarkan data rekam medis RSUD Kefamenanu hingga Rabu (12/8/2026), kasus diare tercatat mulai mengalami penurunan.

Sebagai gantinya, gangguan pencernaan non-diare menjadi keluhan yang paling dominan pada pasien rawat jalan. Sementara itu, untuk pasien rawat inap, kasus gangguan gula darah (diabetes) cukup banyak mendominasi ruang perawatan.

Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, membenarkan pergeseran tren penyakit tersebut berdasarkan data rekam medis terbaru.

“Untuk data yang saya peroleh dari rekam medis kita, pasien yang dominan di RSUD per hari ini tanggal 12 Agustus 2026, itu yang paling dominan di rawat jalan adalah pasien dengan gangguan pencernaan,” ujar Adrianus kepada awak media, Rabu (12/8/2026).

Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi. | (Foto: Ramos Suni)

Adrianus menilai, penurunan kasus diare pada musim kemarau kali ini menjadi indikasi positif bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan—khususnya dalam mengonsumsi air bersih dan air yang dimasak hingga matang—semakin meningkat.

“Jadi tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya musim kemarau banyak pasien diare. Ini mencerminkan kesadaran masyarakat untuk meminum air bersih atau air yang sudah matang sudah tinggi, sehingga kasus diare mulai berkurang di musim panas ini,” jelanya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version