Lebih lanjut, Yansen menambahkan bahwa Program MBG juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Pasalnya, bahan pangan yang digunakan akan bersumber dari produk lokal masyarakat setempat.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui rantai suplai makanan dari para petani dan pelaku usaha lokal di pedesaan,” ungkapnya.
Pelaksanaan MBG akan dijalankan melalui dapur umum yang menyediakan makanan bergizi setiap hari, seperti nasi, sayur, lauk-pauk, buah-buahan, dan susu.
Dengan memanfaatkan produk lokal, diharapkan perputaran ekonomi masyarakat di sembilan desa tersebut diharapkan semakin meningkat.
Pemerintah Kecamatan Bikomi Utara optimis, melalui MBG, kualitas kesehatan masyarakat akan semakin baik sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa secara berkelanjutan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
