Indeks

Urus Berkas Simpatika, Guru Agama di Sikka Mengaku Diusir dan Dikatai Monyet Oleh Oknum Staf Kemenag

"Mereka bilang hari ini berkas saya tidak diterima dan tidak boleh dilayani. Bahkan keluar kata-kata kasar oleh salah satu staf bahwa, Kau monyet, kau keluar. Kau pulang, kau monyet. Saya punya rekaman atas kejadian tersebut," ujar Marselinus.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260804 WA0013
Seorang guru agama Katolik di Kabupaten Sikka, Marselinus Atapuken, mengaku diusir dan dimaki dengan kata-kata kasar oleh oknum pejabat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). | (Foto: Nivan Gomez)

Marselinus mengaku, ungkapan monyet yang diterimanya telah merendahkan dan mencederai profesinya sebagai seorang guru.

“Saya hampir jatuh saat mendengar kata Monyet, saya seorang guru tapi dikatai monyet. Ini sudah sangat keterlaluan,” jelasnya.

Ia menduga penolakan pelayanan ini dipicu oleh sikap kritis para guru agama yang sebelumnya melayangkan aduan ke DPRD Kabupaten Sikka hingga DPR RI terkait keterlambatan pencairan TPG selama enam bulan.

“Saya duga ini dipicu atas aksi kami para guru terkait TPG ke DPRD dan DPR RI. Mereka merasa dilukai oleh tindakan kami,” ujarnya.

Menanggapi kejadian ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sikka, Muhamad Saifuddin, menyatakan akan melakukan klarifikasi dan penelusuran internal terlebih dahulu.

“Saya akan konfirmasi ke dalam dulu untuk tahu dasarnya. Pelayanan itu harus humanis dan baik. Kemungkinan ada kesalahpahaman atau miskomunikasi teknis,” kata Saifuddin.

Saifuddin menegaskan bahwa pihak Kemenag pada dasarnya terus memperjuangkan hak-hak para guru hingga TPG tersebut berhasil dicairkan.

Kasus dugaan perlakuan tidak menyenangkan ini kini menjadi sorotan para tenaga pendidik di Sikka yang berharap adanya evaluasi etika pelayanan publik di instansi tersebut.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version