“Prosesi ini dibuka untuk umum, jadi tidak hanya untuk umat di keuskupan Maumere, tetapi juga untuk umat Katolik diseluruh Indonesia bahkan manca negara,” ujarnya.
Ketua Paniti juga menyebut, melihat dari data keseluruhan peserta yang terdaftar pada prosesi Logi Senhor tahun lalu, panitia menargetkan tahun ini peziarah bisa mencapai 1000 orang lebih.
“Tahun lalu peziarah mencapai 1000 orang lebih dan kami yakin tahun ini akan lebih banyak dari tahun sebelumnya,” kata Kusni.
Prosesi Logu Senhor sendiri menjadi salah satu perayaan Hari Jumat Agung, atau dalam bahasa Sikka Krowe disebut Sexta Vera.
Tradisi Logu Senhor dilakukan oleh umat Katolik Keuskupan Maumere di Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi NTT.
Prosesi dilakukan dengan mengikuti tiga Irmida lalu berjalan di bawah usungan Salib Senhor sambil membawa lilin yang bernyala di tangan sembari membuat permohonan atau berdoa dalam hati.
Pastor Paroki Sikka, Rd. Henderikus Nong mengatakan prosesi Logu Senhor adalah bentuk keterlibatan dalam misteri paskah Kristus, yang memungkinkan umat Katolik untuk lebih mendalami dan merenungkan dengan tulus kisah sengsara Yesus Kristus.
Prosesi ini juga membantu umat dalam menyatukan diri dengan Allah dan mendapatkan pemulihan spiritual.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
