Indeks

Uskup Maumere Resmikan Gereja Stasi St. Stefanus – Rotat: Ini Gereja Bergaya Eropa di Kampung Kecil

​"Saya tadi datang dan melihat, langsung berucap: 'Luar biasa gereja ini'. Ini menunjukkan gaya mondial, gaya dunia universal di kampung kecil yang sederhana," ungkap Uskup. 

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260214 114653
Foto bersama, Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu bersama 14 imam konselebran dan umat Stasi St. Stefanus-Rotat saat misa syukur pemberkatan Gereja Stasi St. Stefanus. | (Foto: Nivan Gomez)

​Lebih lanjut, Mgr. Ewaldus mengingatkan bahwa kemegahan gedung fisik harus diikuti dengan kualitas gereja yang hidup.

“Umat harus merawat bangunan gereja sekaligus menghidupi iman dalam keseharian, keluarga, dan komunitas basis,” jelas Uskup.

Dalam momen bersejarah tersebut, Mgr. Ewaldus juga menegaskan perubahan status bangunan suci tersebut dari sebutan kapela menjadi gereja stasi.

Monsinyur menekankan bahwa tempat ibadah di tingkat stasi atau lingkungan yang digunakan untuk perayaan Ekaristi harus disebut sebagai Gereja.

“Mulai saat ini, tempat ini tidak boleh lagi disebut kapela, tetapi Gereja Stasi. Istilah kapela itu hanya untuk ruang doa di biara-biara atau ruang doa pribadi uskup,” tegas Mgr. Ewaldus di hadapan umat Rotat.

Uskup berharap Gereja Stasi St. Stefanus Rotat menjadi tempat persemaian benih-benih calon-calon imam, biarawan, dan biarawati masa depan.

“Gereja yang hidup adalah kehidupan umat setiap hari. Tugas kita sekarang adalah merawat bangunan ini dan menghidupi iman kita di dalamnya,” tutup Mgr. Ewaldus.

Uskup Maumere juga mengapresiasi arsitek tim teknis dari Nuansa Baru Teknik Maumere oleh Elfrem Rendy Diaz dan rekan-rekan ahli yang telah membangun dan menjadikan gereja Stasi St. Stefanus menjadi salah satu gereja yang megah di keuskupan Maumere.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version