“Beberapa konten hanya sebatas menaikkan kredibilitas saja. Tidak ada pengaruh yang jelas untuk kepentingan masyarakat. Itu hanya pencitraan saja,” lanjutnya.
Pihak HMI Sikka menegaskan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu mengeksekusi program sesuai dengan harapan yang pernah dijanjikan saat masa kampanye, bukan sekadar pemimpin yang lihai dalam mengolah narasi di media sosial.
Kritik ini merupakan bagian dari pengawalan HMI terhadap jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Sikka.
Mereka berharap Bupati dan Wakil Bupati kembali fokus pada substansi pembangunan dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat daripada terjebak dalam politik pencitraan yang dinilai kosong secara dampak.
“Saya minta Bupati dan Wakil harus fokus realisasi janji politik, jangan urus konten-konten saja. Pencitraan itu,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, Cipayung Plus membakar ban dan menerobos masuk kantor Bupati dan menyegel kantor Bupati Sikka. Hal ini disebabkan ketidakhadiran kedua pimpinan daerah tersebut di kantor bupati Sikka.
Usai menyegel kantor Bupati Sikka, massa aksi sempat mendatangi Rumah Jabatan (Rujab) Bupati untuk mengundang orang nomor satu di Sikka tersebut berdialog secara terbuka, namun upaya tersebut nihil karena Bupati sedang berada di luar daerah.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
