Indeks
Daerah  

Dicopot Jadi Staf Biasa di Puskesmas Lama, Mantan Kapus di Sikka Mengaku Terganggu Secara Psikologis

"Ketika saya dimutasi dan tetap berada di situ sebagai staf biasa, secara psikologis ini mengganggu. Semestinya dimutasi bukan pada puskesmas yang sama," ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya kepada media ini.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260619 WA0021
Ilustrasi Puskesmas. | (Foto: Ilustrasi)

Ketujuh mantan kapus tersebut dialihkan ke Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan diminta tetap bertugas di puskesmas semula sembari menunggu penataan birokrasi atau mutasi lanjutan.

Berikut adalah daftar 7 Kepala Puskesmas yang dibebaskan dari jabatannya:

  1. Virginus Sabinus, S.Kep sebelumnya sebagai Kepala Puskesmas Habibola
  2. Maria Yukensi Pogon, A.Md.Keb., sebelumnya sebagai Kepala Puskesmas Boganatar.
  3. Jumaldi, S.Kep., sebelumnya sebagai Kepala Puskesmas Watubaing.
  4. Edmundus Namang Jawa, A.M.K., sebelumnya sebagai Kepala Puskesmas Wolofeo.
  5. Maria Agustina Longge, A.Md.Keb., sebelumnya sebagai Kepala Puskesmas Tuanggeo.
  6. Maria Dolorosa Roja, D III Kep., sebelumnya sebagai Kepala Puskesmas Palue.
  7. Talbi, A.Md.Kep., sebelumnya sebagai Kepala Puskesmas Teluk.

Kebijakan menempatkan mantan pimpinan sebagai staf biasa di bawah kendali kepala puskesmas yang baru di instansi yang sama langsung memicu polemik internal.

Salah seorang mantan kapus yang terdampak menyayangkan formula mutasi yang diambil pemerintah daerah tersebut.

“Ketika saya dimutasi dan tetap berada di situ sebagai staf biasa, secara psikologis ini mengganggu. Semestinya dimutasi bukan pada puskesmas yang sama,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya kepada media ini.

Langkah ini dinilai tidak lazim bagi sebagian kalangan internal nakes, mengingat posisi “mantan atasan yang menjadi bawahan” di satu ruang kerja yang sama berpotensi menciptakan kecanggungan dalam koordinasi pelayanan kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Dinas Kesehatan Sikka mengenai latar belakang evaluasi kepemimpinan tersebut.

Sementara itu, Kepala BKDPSDM Sikka, Manyela da Cunha, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp untuk dimintai konfirmasi mengenai alasan pencopotan serta dasar pertimbangan penempatan para nakes tersebut, belum memberikan tanggapan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version