Indeks
Daerah  

Gelar Aksi Penolakan Penutupan Pasar Wuring, Puluhan Pedagang Hanya Diterima 6 Anggota DPRD

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20251208 113323
Suasana ruang rapat DPRD Kabupaten Sikka, saat aksi penolakan penutupan pasar Wuring oleh aliansi pedagang kecil pasar Wuring. | (Foto: Nivan Gomez)

“Tadi kami rapat Forkopimda membahas tentang masalah HGU Nangahale yang sedang berproses dan hampir tuntas, untuk itu kami terlambat,” jelas Stefanus Sumandi.

Terkait absennya pimpinan dan anggota dewan lainnya, Stefanus menyebutkan sebagian besar sedang bertugas ke luar daerah.

Ia menjelaskan bahwa dua pimpinan DPRD dan anggota lainya saat ini sedang berada di Kupang dalam rangka agenda asistensi anggaran tahun 2026.

“Yang hadir hanya beberapa, karena yang lain ada di Kupang untuk kegiatan asistensi,” tandasnya.

Selanjutnya, rapat tersebut terus berlangsung dengan penyampaian aspirasi dari aliansi pedagang kecil pasar Wuring, dan pendapat anggota DPRD Kabupaten Sikka.

Sementara rencana penutupan total Pasar Wuring sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka pada Selasa, 9 Desember 2025.

Para pedagang berharap melalui aksi ini, DPRD dapat memberikan perlindungan terhadap mata pencaharian mereka yang terancam hilang akibat kebijakan relokasi tersebut.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version