“Tadi kami rapat Forkopimda membahas tentang masalah HGU Nangahale yang sedang berproses dan hampir tuntas, untuk itu kami terlambat,” jelas Stefanus Sumandi.
Terkait absennya pimpinan dan anggota dewan lainnya, Stefanus menyebutkan sebagian besar sedang bertugas ke luar daerah.
Ia menjelaskan bahwa dua pimpinan DPRD dan anggota lainya saat ini sedang berada di Kupang dalam rangka agenda asistensi anggaran tahun 2026.
“Yang hadir hanya beberapa, karena yang lain ada di Kupang untuk kegiatan asistensi,” tandasnya.
Selanjutnya, rapat tersebut terus berlangsung dengan penyampaian aspirasi dari aliansi pedagang kecil pasar Wuring, dan pendapat anggota DPRD Kabupaten Sikka.
Sementara rencana penutupan total Pasar Wuring sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka pada Selasa, 9 Desember 2025.
Para pedagang berharap melalui aksi ini, DPRD dapat memberikan perlindungan terhadap mata pencaharian mereka yang terancam hilang akibat kebijakan relokasi tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












