Indeks
Daerah  

IMKD Kecam Tindakan Represif Bupati Sikka terhadap Guru SDN Hamar: “Tidak Mencerminkan Jiwa Pemimpin!”

IMKD mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap profesi Avelinus sebagai pendidik. Ronaldy menuturkan bahwa trauma psikologis yang dialami korban dapat mengancam kariernya di masa depan.

Reporter : Redaksi Editor: Tim Redaksi
IMG 20260116 WA0034
Ketua Umum IMKD, Ronaldy Rotan. | (Foto: HO IMKD)

NTT-Post.com, SIKKA – Ikatan Mahasiswa Kecamatan Doreng (IMKD) angkat bicara dan mengutuk keras tindakan yang dinilai represif dan tidak manusiawi Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago yang diduga melakukan perundungan (bullying) yang menimpa Avelinus Nong, Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar.

Ketua Umum IMKD, Ronaldy Rotan, menyatakan bahwa sikap yang ditunjukkan Bupati Sikka di hadapan ratusan kepala sekolah sangat tidak mencerminkan jiwa kepemimpinan seorang kepala daerah.

Menurutnya, tindakan mencaci maki seorang guru hingga pingsan adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

“Sebagai pimpinan organisasi, saya mewakili rekan-rekan mahasiswa se-Kecamatan Doreng mengecam keras kejadian tersebut. Apa yang dilakukan Bupati sangat tidak pantas,” tegas Ronaldy dalam pernyataan resminya.

Ronaldy menyoroti kronologi kejadian di mana Avelinus awalnya berniat menyuarakan keresahan mengenai pengukuran lahan sekolah untuk kepentingan Koperasi Desa Wolonterang.

Namun, fokus dialog dialihkan menjadi penghinaan personal hanya karena masalah merokok.

Hal yang paling disesalkan oleh IMKD adalah sikap dingin Bupati saat melihat korban jatuh pingsan dan bersimbah darah.

Bukannya memberikan pertolongan medis, Bupati justru dilaporkan tetap memerintahkan korban untuk bangun dan berobat sendiri karena agenda rapat masih berlanjut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version