“Mental dan psikologi Avelinus runtuh hingga jatuh pingsan dengan luka robek serius di bibir. Namun, Bupati tetap tidak menolong dan malah menyuruhnya bangun sendiri. Ini sangat melukai rasa kemanusiaan kita,” lanjutnya.
Dampak Terhadap Profesi Guru
IMKD mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap profesi Avelinus sebagai pendidik. Ronaldy menuturkan bahwa trauma psikologis yang dialami korban dapat mengancam kariernya di masa depan.
“Kejadian ini membuat mental dan psikologi beliau sangat terganggu. Kami mempertanyakan, apakah ke depannya beliau masih punya kekuatan mental untuk mengajar ataukah tidak lagi mengajar karena rasa malu yang luar biasa? Profesi guru adalah profesi mulia yang harus dijaga martabatnya,” pungkas Ronaldy.
Sebagai organisasi kepemudaan yang peduli terhadap dunia pendidikan, IMKD mengeluarkan tuntutan tegas kepada Bupati Sikka, yakni mendesak Bupati Sikka harus meminta maaf secara langsung kepada keluarga besar Avelinus Nong.
Selanjutnya Menuntut Bupati untuk melakukan prosesi pemulihan psikologi secara adat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas peristiwa tersebut.
“Kami menuntut pertanggungjawaban nyata. Bupati harus memulihkan nama baik dan psikologi Bapak Avelinus secara adat demi keadilan,” tutup Ronaldy.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
