Indeks
Daerah  

Kasus Siswa SD Gantung Diri di Sikka, Pihak Sekolah Sebut Anak Periang dan Pastikan Tidak Ada Tugas Bawa HP

"Kesehariannya aman-aman saja, anaknya bisa bergaul dengan temannya dengan baik, lalu dengan bapak-ibu guru juga tidak ada hal yang mencurigakan. Sampai kemarin saat pulang sekolah juga dalam keadaan aman," ujar Kepala Sekolah.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20261021 193658734
Kasus Siswa SD Gantung Diri di Sikka, Pihak Sekolah Sebut Anak Periang dan Pastikan Tidak Ada Tugas Bawa HP. | (Foto: Nivan Gomez)

Kepala Sekolah maupun wali kelas memastikan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak pernah mewajibkan atau memberikan instruksi kepada siswa kelas V untuk membawa HP ke sekolah.

Terlebih lagi, kondisi ekonomi orang tua siswa di lingkungan sekolah tersebut mayoritas berada dalam taraf hidup biasa, ditambah kondisi jaringan internet di wilayah setempat yang kurang lancar.

“Kami dari pihak sekolah, dalam hal ini saya sebagai pimpinan, tidak pernah menegaskan anak-anak untuk bawa HP. Kalaupun anak tersebut meminta HP, itu murni keinginan pribadinya dan tidak ada sangkut pautnya dengan tugas sekolah,” tegas Kepala Sekolah.

Wali Kelas V Ambrosius Maksi. | (Foto: Nivan Gomez)

Wali kelas menambahkan bahwa pada hari kejadian, kegiatan belajar mengajar berjalan normal seperti biasa hingga pukul 12.25 WITA, di mana para siswa sempat mengikuti latihan menyanyi di ruang perpustakaan sebelum pulang ke rumah masing-masing.

“Kemarin kami sempat latihan nyanyi di ruang perpustakaan dan tidak ada tanda-tanda terkait perubahan tingka laku dari almarhum,” ujarnya.

Pihak sekolah menyatakan rasa duka yang mendalam dan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta Dinas PKO setempat untuk mendalami latar belakang peristiwa ini secara menyeluruh.

Peringatan & Bantuan Kesehatan Mental:

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa-masa sulit, menunjukkan tanda-tanda stres berat, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan. Berikan dukungan, dengarkan tanpa menghakimi, dan segera hubungi pihak keluarga, tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan darurat terdekat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version