Indeks
Daerah  

Kecewa Pemda Lamban, Warga Dua Kecamatan di Sikka Swadaya Perbaiki Jalan Nyaris Putus

"Dari Watublapi, Ibu Romana Rona dan tim langsung menuju toko bangunan untuk mengecek material, kawat bronjong, batu, pasir, tanah uruk, dan semen. Setelah material lengkap, keesokan harinya mereka langsung mulai pengerjaan bersama warga sekitar. Akhirnya, dalam tempo tiga hari, pengerjaan sudah bisa selesai dan fasilitas tersebut dapat digunakan kembali," ungkap Cletus.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260615 110611897
Kecewa dengan lambatnya respons Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menangani infrastruktur, warga kecamatan Hewokloang dan Kecamatan Bola memilih turun tangan. | (Foto: Dok istimewa)

Romana Rona menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan bantuan perbaikan fisik dengan kualitas terbaik. Ia menyadari jalan tersebut adalah urat nadi perekonomian masyarakat kampung.

“Ini adalah akses vital masyarakat kampung untuk aktivitas sehari-hari, seperti menjual hasil kebun, kain tenun ke pasar, dan membeli kebutuhan pokok di kota,” tegas Romana.

Aksi ini mendapat apresiasi tinggi dari Penjabat Kepala Desa Kajowair, Laurensius Lepo. Ia menyampaikan terima kasih mendalam kepada PT Rijamo Flores Tours, para ketua sanggar, serta seluruh warga yang telah menunjukkan kepedulian dan kerja sama yang luar biasa.

Protes Warga Sebelum Swadaya

Sebelum aksi swadaya ini dilakukan, gelombang protes sebenarnya sudah disuarakan oleh warga.

Tonce Horang, warga Desa Umauta, Kecamatan Bola, sebelumnya telah mendesak Pemerintah Kabupaten Sikka, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera mengambil tindakan darurat.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Maumere ini menilai pemerintah terkesan menutup mata dan lamban dalam menangani infrastruktur publik yang krusial.

“Jika terputus total, distribusi hasil bumi dari tiga kecamatan akan lumpuh. Selain itu, citra pariwisata Sikka di mata internasional terancam merosot akibat akses ke dua sanggar budaya ikonik tersebut terputus,” cetus Tonce.

Ia berharap Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, bersama jajaran Dinas PUPR segera turun ke lapangan untuk mengalokasikan anggaran darurat demi perbaikan permanen sebelum jatuh korban jiwa.

“Pemerintah seharusnya tidak baru bertindak setelah ada musibah atau kecelakaan fatal,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Hewokloang, Anselmus Erdinans, menjelaskan bahwa pihak pemerintah kecamatan tidak tinggal diam.

Mereka mengklaim telah melayangkan surat resmi kepada Dinas PUPR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan DPRD Sikka sejak Selasa (19/5/2026) lalu.

“Kemarin, saya bersama aparat pemerintah Desa Munerane turun langsung melihat kondisi jalan rusak tersebut. Setelah itu, kami langsung buat surat kirim ke Dinas PUPR, BPBD, dan DPRD,” jelas Anselmus.

Mengingat perbaikan saat ini baru bersifat swadaya, seluruh pengguna jalan yang melintas dihimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati, terutama saat intensitas hujan tinggi.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version