Indeks
Daerah  

Kisah Sukses Pasutri Diaspora NTT Besarkan Bisnis Interior Bersama KSP Kopdit Pintu Air di Bali

"Bergabung dengan Pintu Air memberikan dampak nyata bagi UMKM kami. Dari awalnya kami hanya memiliki satu toko, kini kami berhasil memperluas usaha dengan menambah satu showroom khusus untuk produk sofa, serta satu gudang tambahan yang didedikasikan sepenuhnya untuk proses manufaktur sofa kami," ungkap Modesta dengan penuh rasa syukur.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260616 WA0006
kisah inspiratif pasangan suami istri diaspora asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali, Markus Umbu Tara dan Modesta Panyongang . | (Foto: Dok istimewa)

Kini, portofolio bisnis mereka telah meluas secara signifikan. Tidak lagi sekadar melayani penjualan retail harian, mereka telah menjadi pemasok utama dekorasi interior, sofa, dan bantal-bantal berkualitas tinggi untuk jaringan vila dan hotel mewah.

“Produk-produk buatan tangan terampil diaspora NTT ini bahkan telah berhasil menembus pasar internasional melalui jalur ekspor,” jelasnya.

Dari segmen toko bantal dan kebutuhan retail harian saja, perputaran ekonomi yang dihasilkan tergolong sangat sehat.

Modesta memaparkan bahwa penjualan retail harian di tokonya konsisten menghasilkan pendapatan minimal Rp 2 juta per hari, dan sering kali melonjak hingga Rp 10 juta per hari tergantung kunjungan konsumen.

“Kamip momsemendapat omset khusus dari sektor toko retail bantal mereka menyentuh angka sekitar Rp 100 juta setiap bulannya, di luar pesanan reguler skala besar (project supply) dari hotel dan vila,” tutur Modesta.

Sebagai anggota yang merasakan langsung manfaat nyata dari sistem koperasi, Modesta menekankan pentingnya komitmen dan integritas dalam berwirausaha.

Dia mengajak seluruh pelaku UMKM, khususnya sesama diaspora NTT di Bali, untuk tidak ragu dalam memanfaatkan fasilitas permodalan dari KSP Kopdit Pintu Air demi memajukan bisnis mereka.

“Jangan takut untuk meminjam, karena ini adalah sarana kita untuk bertumbuh. Namun, yang paling penting adalah menjaga komitmen untuk mengembalikannya secara tepat waktu, karena itu adalah uang bersama milik anggota koperasi yang harus bergulir,” tegas Modesta.

Setelah menyelesaikan pinjaman berjalan, mereka berencana untuk mengajukan permodalan yang lebih besar guna mendukung ekspansi pasar internasional berikutnya.

Pendampingan Rutin dan Edukasi Keuangan Koperasi

Keberhasilan yang diraih oleh pasangan Marcus dan Modesta ini tidak lepas dari perhatian dan pengawasan intensif dari manajemen koperasi di tingkat cabang.

​Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Bali, Fransisko Nurak Palasa, membenarkan bahwa pasangan pelaku usaha tersebut telah resmi bergabung menjadi anggota KSP Kopdit Pintu Air Cabang Bali sejak tahun 2022 lalu. Fransisko menjelaskan bahwa hubungan antara koperasi dan anggota tidak berhenti hanya pada saat pencairan dana permodalan semata.

​”Setelah kami memberikan pinjaman, kami selalu mendampingi anggota tersebut secara rutin dengan memberikan edukasi tentang bagaimana mengelola keuangan dalam berbisnis, serta memberikan bimbingan untuk pengembalian angsuran secara disiplin,” ujar Fransisko Nurak Palasa.

​Menurut Fransisko, kedisplinan dalam pengelolaan finansial dan ketepatan waktu dalam mengangsur merupakan kunci utama mengapa usaha interior milik Marcus dan Modesta dapat berkembang pesat serta sehat secara perputaran modal. ***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version