Kata Jano, penggalangan donasi turut ditujukan kepada anggota Kopdit Pintu Air yang berada di luar wilayah Provinsi NTT, melalui 71 kantor cabang Kopdit Pintu Air yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Mengingat seluruh kabupaten di Pulau Flores terdampak guncangan gempa, bantuan yang terkumpul sudah mulai disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak, sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Jano berharap para korban tidak melihat bantuan ini dari sisi nilainya, melainkan sebagai bentuk solidaritas lembaga atas penderitaan yang dialami warga.
“Kita ini lembaga yang merupakan kumpulan orang-orang kecil yang dikenal dengan nelayan, tani, ternak, dan buruh yang ikut merasakan dengan derita sesama,” tutup Jano.
Sejumlah warga di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Kopdit Pintu Air yang menyambangi posko pengungsian di wilayah mereka.
“Kami ucapkan limpah terima kasih untuk KSP Kopdit Pintu Air Indonesia yang sudah menyambangi posko pengungsian di Kecamatan Palue. Terima kasih Kopdit Pintu Air sebagai salah satu Kopdit yang punya rasa kepedulian terhadap korban gempa di Pulau Palue,” ujar salah seorang warga Palue.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
