Indeks
Daerah  

PMKRI, GEMMA, dan Keluarga Demo di DPRD TTU, Tuntut Pemecatan 3 Anggota Dewan Terkait Kasus dr. Icha

"Kami meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU untuk segera menggelar sidang kode etik secara terbuka. Kasus ini harus diusut tuntas demi keadilan," ujar Marco dalam orasinya.

Reporter : Ramos Suni Editor: Nivan Gomez
IMG 20260713 WA0025
PMKRI, GEMMA, dan Keluarga Demo di DPRD TTU, Tuntut Pemecatan 3 Anggota Dewan Terkait Kasus dr. Icha. | (Foto: Ramos Suni)

“Mendesak BK DPRD TTU untuk segera menyelenggarakan sidang kode etik secara transparan dan dapat diakses publik,” tegas Marco.

Masa aksi juga menuntut agar hasil sidang BK DPRD sejalan dengan ketentuan Pasal 530 terkait dugaan intimidasi yang dilaporkan oleh pihak keluarga korban.

Mereka juga meminta sanksi tegas berupa pemecatan terhadap tiga anggota DPRD TTU yang diduga kuat terlibat dalam pusaran kasus ini.

“Kami mendesak ketiga anggota DPRD yang bersangkutan untuk secara jantan mengundurkan diri dari jabatan mereka sebagai bentuk tanggung jawab moral,” jelas masa aksi.

Tidak hanya menuntut sanksi bagi oknum yang terlibat, aliansi mahasiswa dan keluarga juga menyoroti urgensi jaminan keamanan bagi para medis.

Mereka mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk memperketat perlindungan terhadap tenaga kesehatan (nakes) saat bertugas, agar intimidasi atau kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Hingga masa unjuk rasa membubarkan diri, aksi demonstrasi berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif berkat kesigapan pengamanan dari personel Polres TTU.

Pihak keluarga dan mahasiswa menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga keputusan inkrah dari Badan Kehormatan DPRD dikeluarkan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version