Indeks
Daerah  

PMKRI Maumere Desak Transparansi Anggaran Pemulihan Pasca Gempa Sikka dan Buka Posko Pengaduan

Ketua Presidium PMKRI Maumere, Rito Naga, menekankan bahwa ukuran keberhasilan penanganan bencana bukan sekadar besarnya dana yang tersedia, melainkan pemenuhan kebutuhan nyata warga terdampak.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260914 WA0014 e1789389003623
PMKRI Maumere Desak Transparansi Anggaran Pemulihan Pasca Gempa Sikka dan Buka Posko Pengaduan. | (Foto: HO PMKRI Maumere)

NTT-Post.com, SIKKA — Berakhirnya masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Sikka menandai mulainya fase transisi menuju pemulihan.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka untuk memastikan seluruh sisa anggaran dan bantuan logistik tepat sasaran.

Sebelumnya, Pemkab Sikka menjelaskan bahwa dari total bantuan Rp20 miliar dari pemerintah pusat, sekitar Rp300 juta telah direalisasikan dan Rp2,5 miliar dialokasikan untuk kebutuhan tanggap darurat.

Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp17,5 miliar direncanakan untuk pembiayaan masa transisi dan pemulihan.

Ketua Presidium PMKRI Maumere, Rito Naga, menekankan bahwa ukuran keberhasilan penanganan bencana bukan sekadar besarnya dana yang tersedia, melainkan pemenuhan kebutuhan nyata warga terdampak.

“Tanggap darurat boleh selesai, tetapi kebutuhan masyarakat belum selesai. Rumah yang rusak, warga yang masih mengungsi, serta masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan harus menjadi prioritas dalam masa pemulihan,” tegas Rito Naga.

Pertanyakan Transparansi Logistik dan Anggaran

Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere, Melki Bata, menyampaikan bahwa pihaknya tidak berniat menuduh adanya penyalahgunaan, melainkan menuntut kejelasan rincian program, wilayah prioritas, serta alokasi sisa dana Rp17,5 miliar tersebut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version