Indeks
Daerah  

Pokir Terhalang Defisit APBD, Yuslin Nursivin Dua Botha dan Tokoh Masyarakat Inisiasi Swadaya Air Bersih Masuk Rotat

"Daerah kita memang sedang mengalami keterbatasan fiskal yang luar biasa. Tetapi bagi saya, itu bukan alasan untuk tidak melayani masyarakat. Berkat orang-orang baik dan gerakan swadaya, apa yang dirindukan warga sekian lama hari ini terwujud," tegasnya.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 07 23 05 55 13 008 com.miui .gallery edit
Yuslin Nursivin Dua Botha, Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo bersama masyarakat saat menyaksikan air bersih masuk dusun Rotat. | (Foto: Nivan Gomez)

Irvin menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Suitbertus Amandus yang telah menghibahkan akses mata air pribadinya secara gratis dan ikhlas.

“Ini merupakan anugerah terbesar buat kami. Kebajikan Bapak Amandus dan keluarga akan menjadi legacy (warisan) indah yang ditinggalkan untuk generasi-generasi Rotat yang akan datang,” ungkapnya.

Tak lupa, legislator perempuan ini juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada warga Dusun Rotat, khususnya kaum perempuan (emak-emak) yang turun langsung memikul pipa-pipa besi melewati bukit dan kali yang terjal.

Air bersih masuk dusun Rotat. | (Foto: Nivan Gomez)

“Kisah air minum Rotat ini membuktikan bahwa semangat gotong royong itu nyata. Mama-mama turun dengan segenap kekuatan mereka karena mama-mamalah yang paling mengerti betapa vitalnya kebutuhan air dalam rumah tangga. Kerja keras ini adalah bukti cinta untuk keluarga,” pungkas Irvin.

Ia berharap, air bersih yang dibangun dengan swadaya masyarakat bisa dinikmati, dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan dijaga keberlangsungannya.

Sementara, Mama Maria, salah satu warga Dusun Rotat mengaku tersentuh dengan kedermawanan Suitbertus Amandus yang merelakan mata air dari lahan pribadinya dialirkan ke Rotat.

​Mama Maria juga mengapresiasi perjuangan Yuslin Nursivin Dua Botha, wakil rakyat dari dusunnya itu yang sudah berupaya melalui pokir hingga menginisiasi air minum bersih masuk dusun Rotat.

​”Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Amandus yang sudah relakan kami tarik air dari Nilo secara gratis dan Ibu Irvin yang sudah berjuang bersama kami hingga air bersih bisa masuk Rotat hari ini,” tutur Mama Maria.

​Mama Maria juga menyebut, dengan hadirnya air bersih dari Nilo, mereka tidak lagi merogoh kocek ratusan ribu untuk membeli air tengki.

​”Air juga sudah ada, jadi kami tidak lagi beli air dari tengki. Sebelumnya itu saya biasanya habiskan 2 tengki untuk satu bulan, dengan harga per tengki Rp200.000. Tapi sekarang kami sudah merdeka dari krisis air,” pungkasnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version