“Mereka lebih suka yang pekerja, kerena kalau pekerja itu tidak pake tawar, jadi harga yang ditetapkan mereka langsung deal,” jelasnya.
Menurutnya rentang usia yang lebar ini mengindikasikan praktik prostitusi di Maumere melibatkan berbagai kalangan dan lapisan masyarakat.
Yosef Nong menyebut praktik prostitusi di Maumere, sangat meresahkan kerena beresiko pada penyakit menular seksual (PMS) dan penggunaan fasilitas publik sebagai lokasi transaksi.
Dia menambahkan, dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik menjelaskan, Kabupaten Sikka memilik jumlah terinfeksi HIV/aids paling tinggi untuk di tingkat NTT setelah kota Kupang.
“Sebenarnya menjawab, kerena dalam kurun waktu sebulan itu kurang lebih sekitar hampir 20 orang yang kita amankan itu 70% terinfeksi HIV/AIDS,” jelasnya.
Satpol-pp berharap semua pihak untuk bekerja sama mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan aktivasi prostitusi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
