Melalui aksi penghijauan yang dilakukannya di kawasan Nilo, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Amandus berhasil memunculkan sembilan titik mata air baru di lahan pribadinya.
Menariknya, langkah Amandus ini merupakan wujud pemenuhan janji moral kepada warga. Meski dirinya tidak terpilih dalam kontestasi politik sebagai calon bupati Sikka beberapa waktu lalu, Amandus merasa tetap memiliki utang budi yang harus dibayar lunas.
“Saat masa kampanye dulu, Bapak Tua (Amandus) berjanji, biar beliau tidak jadi bupati, tapi orang Rotat harus minum air. Beliau terbukti masih sangat memperhatikan kami,” cerita Edita penuh syukur.
Saat dikonfirmasi, Suitbertus Amandus membenarkan bahwa sembilan mata air di kebunnya kini sedang ditampung ke dalam sebuah bak induk untuk dialirkan ke permukiman warga yang berjarak 3,5 KM dari Nilo.
Ia mengaku prihatin melihat beban ekonomi warga yang harus membeli air tanki setiap bulan.
“Sekarang mereka menderita air. Kalau saya melihat mereka harus keluarkan ratusan ribu untuk beli air, aduh, sangat kasihan,” ungkap Amandus.
Murni Swadaya Tanpa Dana Pemerintah
Melihat kondisi tersebut, Amandus menginisiasi aksi sosial ini bersama Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, serta Yuslin Nursivin Dua Botha, anggota DPRD Kabupaten Sikka asal Ladogahar yang getol memperjuangkan hak air bersih konstituennya.
Hebatnya, seluruh proyek pengaliran air ini dilakukan secara murni swadaya bersama masyarakat Rotat tanpa menyentuh dana bantuan dari pemerintah sepeser pun.
Saat ditanya mengenai tarif bagi warga yang akan memanfaatkan air tersebut, Amandus dengan tegas menyatakan tidak akan memungut biaya.
“Gratis, ikhlas. Kami ikhlas. (Bisa dipakai) seumur hidup,” tegas Amandus.
Hingga saat ini, antusiasme warga Dusun Rotat sangat tinggi. Mereka sudah tiga hingga empat kali bergotong royong turun langsung ke lokasi mata air di hutan Nilo untuk membangun kaptering (bak penangkap mata air) sebelum nantinya pipa-pipa air ditarik langsung ke rumah-rumah.
Setidaknya ada sekitar 90 Kepala Keluarga (KK) atau ribuan jiwa di Dusun Rotat yang kini bersiap menyambut kemerdekaan mereka dari krisis air bersih yang telah membelenggu selama puluhan tahun.
Warga berkomitmen akan terus bergotong royong hingga air benar-benar mengalir di rumah mereka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
