Indeks

Perkuat Sinergi, Kopdit Pintu Air dan Delegasi Koperasi Indonesia Study Banding ke Malaysia

"Anggota koperasi di Malaysia merasa sangat memiliki lembaga, menciptakan ekosistem yang sehat dan hampir tidak ada anggota yang menunggak pinjaman karena rasa tanggung jawab yang mendarah daging," jelas Jano. 

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260501 WA0016
KSP Kopdit Pintu Air bersama belasan koperasi unggulan Indonesia melaksanakan studi banding strategis ke Malaysia pada Rabu, 29 April hingga Sabtu, 2 Mei 2026. (Foto: Dok istimewa)

NTT-Post.com, KUALA LUMPUR – Dalam upaya memperkuat tata kelola dan memperluas jejaring pasar di tingkat regional, KSP Kopdit Pintu Air bersama belasan koperasi unggulan Indonesia melaksanakan studi banding strategis ke Malaysia pada Rabu, 29 April hingga Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh ACG Advisory Jakarta dengan misi utama mendorong kolaborasi produktif antarnegara serumpun.

Rombongan delegasi mengunjungi berbagai institusi besar di Malaysia, mulai dari regulator hingga koperasi praktisi.

Di bidang regulator dan pendidikan, rombongan delegasi melaksanakan study banding di Suruhan Jaya Koperasi Malaysia (SKM), Institut Koperasi Malaysia (IKMA), dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia (Angkasa).

Sedangkan di bidang koperasi praktisi mereka mengunjungi, Kopetro, Coop Bank Pertama, Koperasi Sahabat, Koperasi NUCW Berhad, dan Koperasi Jaffnese.

KSP Kopdit Pintu Air bersama belasan koperasi unggulan Indonesia melaksanakan studi banding strategis ke Malaysia pada Rabu, 29 April hingga Sabtu, 2 Mei 2026. | (Foto: Dok istimewa)

Selain KSP Kopdit Pintu Air, peserta studi banding ini melibatkan berbagai koperasi lintas sektor seperti KSPPS Lariba Solusi Indonesia, KSPPS Artha Bahana Syariah, Koperasi Semandang Jaya, hingga koperasi dari wilayah pelosok seperti Kopanesa Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna dan Koperasi Produsen Perkebunan Tuah Buno.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, memberikan catatan khusus usai mengunjungi salah satu koperasi legendaris di Malaysia yang telah berusia 102 tahun (Koperasi Jaffnese). Ia mengaku sangat tertarik dengan sistem nilai yang diterapkan di sana.

“Ada keunikan pada sistem pembayaran yang sangat tertib, baik melalui bendahara maupun mandiri. Kedisiplinan mereka luar biasa tinggi,” ungkap Yakobus.

Ia menggarisbawahi beberapa poin penting dari keberhasilan koperasi di Malaysia mulai dari rasa memiliki lembaga hingga ketaatan finansial.

“Anggota koperasi di Malaysia merasa sangat memiliki lembaga, menciptakan ekosistem yang sehat dan hampir tidak ada anggota yang menunggak pinjaman karena rasa tanggung jawab yang mendarah daging,” jelas Jano.

Yakobus Jano mengakui adanya tantangan besar jika model ini diterapkan mentah-mentah di Indonesia khususnya basis Kopdit Pintu Air yakni Provinsi NTT.

“Masyarakat kita sangat heterogen, berbeda dengan komunitas di sana yang cenderung homogen dan sangat eksklusif dalam menjaga kemurnian anggotanya.” tutut Jano.

Yakobus juga menyoroti fenomena di tanah air di mana banyak orang masuk koperasi hanya untuk meminjam lalu menghilang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version