Selanjutnya, lanjut Wilfridus peserta magang akan mengolah data lapangan menggunakan metode yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing (Manajemen dan Ekonomi Pembangunan).
“Kemudian mahasiswa akan menuangkan hasil analisis ke dalam bentuk laporan riset ilmiah serta rekomendasi taktis berbasis data (evidence-based),” tuturnya.
Wilfridus juga menyebut, melalui skema hands-on training ini, mahasiswa FEB Unimor diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis serta terbiasa memecahkan masalah nyata secara sistematis.
“Program ini menargetkan output yang terukur berupa laporan hasil riset. Kami harap ini bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus kompas pengembangan bagi para pelaku UKM di Kota Kupang,” ujarnya.
Kolaborasi apik antara akademisi muda Unimor dan pelaku usaha ini diharapkan membawa manfaat ganda (multiplier effect).
Selain menaikkan level kapasitas dan kesiapan kerja mahasiswa, sinergi ini juga menjadi motor penggerak dalam memperkuat sektor UKM yang selama ini menjadi pilar utama pengembangan ekonomi daerah, khususnya di kawasan perbatasan NTT.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
