Indeks

Luluskan 708 Wisudawan, Rektor Unipa Maumere Pesan: Jangan Jadi Sarjana Kertas

Di hadapan para wisudawan, Dr. Geri Gobang memberikan pesan agar para lulusan tidak sekadar bangga dengan lembaran ijazah yang diraih.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
Screenshot 2026 10 10 09 53 05 505 com.google.android.youtube edit
Rektor Unipa, Dr. Jonas K. G. D. Gobang. | (Foto: dok istimewa)

“Jangan menjadi sarjana kertas. Sarjana kertas adalah orang yang memiliki gelar tetapi tidak memiliki daya, memiliki ijazah tetapi tidak memiliki integritas, serta hanya pandai berbicara teori tanpa mampu menyelesaikan masalah nyata. Jadilah sarjana yang mampu menciptakan nilai di mana pun kalian berada,” tegas Rektor Geri Gobang.

Dalam kesempatan itu, Rektor Unipa juga membeberkan deretan capaian dan inovasi kampus dalam rentang 6 bulan terakhir, pertama pendidikan dan akreditasi unggul.

“Tiga program studi berhasil meraih Akreditasi Unggul, yakni S1 Manajemen, S1 Keperawatan, dan Profesi Ners. Selain itu, Unipa resmi membuka Program Pascasarjana Magister Manajemen (S2),” jelasnya.

Inovasi lainnya adalah internasionalisasi dan karir global. Katanya, Unipa menjalin kerja sama dengan Cavanis Educational Network (Uni Eropa), program pengiriman lulusan ke Jepang bersama LPK Bintang Indo Corpora dan LPK Musubu Bali, serta alumni yang sukses menembus dunia kerja di Jerman hingga Dubai.

“Lalu hibah riset dan pengabdian. Kita berhasil meraih berbagai pendanaan prestisius, seperti hibah Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA), Kosabangsa, Dana Indonesia Raya Kementerian Kebudayaan & LPDP, hingga kajian riset permainan ‘Bola Flores’ oleh dosen Unipa,” tuturnya.

Tak sampai disitu, Unipa juga Unipa memiliki 22 dosen bergelar Doktor (S3) dan 22 dosen aktif yang tengah menempuh pendidikan S3 di dalam dan luar negeri (seperti Kansas University, Australia, Denmark, dan New Zealand) berbasis hibah LPDP.

Capain yang membanggakan juga datang dari Mahasiswa. Lanjut Dr. Geri Gobang, dua mahasiswa Psikologi Unipa lolos program internasional AI & Data Science di The University of Tokyo, mahasiswa Fisika berhasil merancang alat monitoring cuaca berbasis IoT di Gunung Ebulobo, serta partisipasi BEM di Indonesian Future Leaders Camp.

“Ini merupakan capaian dan inovasi yang berhasil kita raih dalam 6 bulan terakhir. Dan kita tidak berhenti disitu, kita akan terus melakukan inovasi,” pungkas Dr. Geri Gobang.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version