“Di tengah berbagai dinamika zaman dan sinisme yang terkadang muncul dalam Sinode seperti anggapan bahwa orang muda kurang aktif, saya justru melihat hal tersebut sebagai proses pertumbuhan yang wajar,” jelasnya.
Menurutnya, OMK adalah tulang punggung sekaligus kelompok strategis yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, baik di dalam Gereja maupun bangsa. Oleh karena itu, mereka tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri.
“Ada sekian banyak stigma yang agak negatif tentang orang muda. Namun, kita harus melihatnya sebagai bagian dari dinamika mereka yang sedang berjalan menuju masa depan yang lebih baik. OMK tidak boleh dibiarkan begitu saja, mereka harus didampingi dan diajak berjalan bersama agar semakin matang dan dewasa dalam mengambil alih urusan Gereja dan bernegara,” tegasnya.
NYD III ini diharapkan menjadi laboratorium pembelajaran dan pengalaman iman yang nyata bagi sekitar 800-an peserta dari 9 keuskupan yang akan hadir.
Uskup berharap kegiatan ini dapat mengubah paradigma orang muda bahwa hidup bergereja bukanlah perjalanan individu, melainkan sebuah gerakan bersama (sinodal).
Mgr. Edwaldus meyakini bahwa seluruh umat Katolik di Keuskupan Maumere serta segenap lapisan masyarakat Kabupaten Sikka akan menjadi tuan rumah yang ramah dan penuh kegembiraan.
“Kita akan menjadi tuan rumah yang baik, yang selalu siap mendukung setiap dinamika dan langkah positif orang-orang muda kita ke depan,” pungkasnya. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
