Indeks

Menelusuri Jejak 125 Tahun Gereja Tua Sikka: Warisan Bangsa Portugis dan Kado “PROKASISIKA”

Di balik dindingnya yang menyimpan lukisan motif tenun ikat, tersimpan narasi sejarah yang membentang lebih dari empat abad, jauh sebelum batu pertama diletakkan pada tahun 1896.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260208 074937
Tampak dalam Gereja St. Ignatius Loyola Sikka. (Foto: Acack Lopez/NTT-Post)

Lanjutnya, Gereja ini mencatatkan momen bersejarahnya saat digunakan pertama kali untuk perayaan Misa pada malam Natal, 24 Desember 1899. Inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir gedung gereja tersebut.

“Setelah selesai dibangun, tepatnya pada perayaan malam Natal gereja ini mulai digunakan pertama kali untuk perayaan misa. Dan hari lahirnya gereja juga ditetapkan pada 24 Desember 2025,” ungkapnya.

Sebulan kemudian kata Rd.Henderikus Nong, tepatnya 31 Januari 1900, bangunan ini lalu diberkati secara resmi dan mulai melayani umat sebagai pusat peradaban rohani di wilayah tersebut.

Kini Gereja Katolik St. Ignatius Loyola Sikka merayakan tonggak sejarah besar dalam perjalanannya. Tepat pada 25 Desember 2024 lalu, gereja bersejarah ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-125.

Perayaan ulang tahunnya baru dirayakan pada, Minggu, (8/2/2026), ditandai dengan Misa Syukur yang akan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu.

PROKASISIKA: Kado Abad Baru

Kini, di usianya yang ke-125 tahun, Gereja Sikka tidak ingin sekadar menjadi bangunan tua peninggalan bangsa Portugis.

RD. Hendrik Nong bersama Panitia Perayaan HUT ke-125 tahun, mencanangkan program strategis bernama PROKASISIKA (Program Kasih Sika) sebagai kado ulang tahun sekaligus peta jalan masa depan paroki.

Program ini menitikberatkan pada lima pilar, yakni Kultur: Menghidupkan kembali budaya lokal Sikka.

  • Alam: Menata estetika alam pantai dan bukit sebagai ruang hidup.
  • Sosial: Memperkuat tata krama dan etika masyarakat dalam menyambut wisatawan.
  • Iman: Mewujudkan solidaritas nyata sebagai buah dari spiritualitas.
  • Histori: Menggali sejarah panjang Sikka agar menjadi inspirasi kehidupan yang lebih humanis.

Saat ini, Paroki Sikka tetap teguh melayani umat, termasuk di dua wilayah pelayanannya, yaitu Kapela Santo Pius X Du dan Kapela Santo Petrus Paulus Bukur.

Perayaan 125 tahun ini menjadi pengingat bahwa Gereja Sikka adalah perpaduan harmonis antara sejarah Portugis, kepemimpinan raja-raja lokal, dan keteguhan iman umat yang melintasi zaman.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version