Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilaksanakan prosesi penyiraman air kepada para PPPK sebagai simbol pembaruan semangat. Air dimaknai sebagai sumber kehidupan, kesucian, serta lambang ketulusan dalam memberi manfaat.
“Air mengajarkan kita untuk memberi manfaat tanpa banyak suara, mengalir ke tempat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Bupati berharap para PPPK dapat menjadikan momentum ini sebagai awal pengabdian yang lebih baik, dengan semangat kerja tulus dan orientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa status PPPK bukanlah batas, melainkan peluang untuk membuktikan kemampuan dan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Jangan lihat status PPPK sebagai batas, tetapi sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan pengabdian. Bekerjalah dengan hati, layani dengan tulus, dan hadir untuk masyarakat tanpa banyak suara,” tutupnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












