Indeks
Daerah  

BNPB Minta Satgas Sikka Tak Lupakan Pengungsi Mandiri, Di Desa Gera Lima Hari Tanpa Bantuan

Sebanyak 121 jiwa warga penyintas gempa tektonik berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, tercatat masih menunggu uluran bantuan hingga Rabu (19/8/2026).

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20260819 112341528
BNPB Minta Satgas Sikka Tak Lupakan Pengungsi Mandiri, Di Desa Gera Lima Hari Tanpa Bantuan. | (Foto: HO Kades Gera)

“Untuk datanya kami sudah teruskan BPBD Sikka. Saya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Pemerintah Kecamatan dan belum ada informasi lanjutan soal jadwal pendropingan bantuan,” ujarnya.

Selain kebutuhan perbaikan rumah, warga Desa Gera juga mulai kesulitan air bersih. Debit air dari dua sumber utama warga, Ududunga dan Wolokepo, dilaporkan mengecil pascagempa.

Sejalan dengan Arahan Kepala BNPB

Kondisi di Desa Gera ini sejalan dengan arahan yang sebelumnya disampaikan Suharyanto kepada jajaran Satgas di Maumere pada Selasa, (18/8/2026).

Dalam arahannya, ia meminta seluruh urusan pelayanan kepada masyarakat terdampak dituntaskan dalam sepekan, dan menegaskan agar Satgas tidak hanya fokus pada pengungsian terpusat yang fasilitasnya sudah lengkap, tetapi juga aktif menjangkau warga yang bertahan atau mengungsi mandiri di sekitar rumah masing-masing.

“Kerena di Sikka aksesnya tidak begitu sulit maka pelayanan kepada seuluruh masyrakat harus maksimal termasuk para penungsi mandiri di pelosok-pelosok desa,” ujarnya.

Ia menegaskan warga tidak boleh dipaksa pindah ke pengungsian terpusat jika mereka memilih bertahan menjaga rumah.

Sebagai gantinya, petugas Satgas yang harus aktif mendatangi mereka. Suharyanto meminta Komandan Satgas menambah personel dari Kodim, Lanal, Danrem, Kapolres, dan relawan bila jumlah petugas dinilai kurang, lengkap dengan dukungan uang makan dan uang saku agar kerja di lapangan tetap maksimal.

“Jangan sampai nanti muncul pemberitaan bahwa ada warga yang belum mendapat makan sudah tiga hari. Itu artinya petugas belum menjangkau sampai ke sana,” ujar Suharyanto,

Peristiwa di Desa Gera menjadi salah satu bukti bahwa kebutuhan dasar warga yang mengungsi mandiri, mulai dari perbaikan tempat tinggal hingga air bersih, masih memerlukan perhatian serius dari BPBD Sikka dan Satgas penanganan bencana di lapangan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version