NTT-Post.com, SIKKA – Buntut dari insiden pingsannya Avelinus Nong, Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar saat pertemuan di Dinas PKO, pihak keluarga besar angkat bicara.
Mereka tidak hanya menuntut klarifikasi secara administratif, tetapi juga mendesak adanya pemulihan nama baik melalui jalur hukum adat Sikka.
Ignasius Narek, ayah kandung Avelinus Nong, menyatakan rasa kecewa dan keprihatinannya atas tindakan Bupati Sikka yang dinilai sangat berlebihan.
Menurutnya, penghinaan yang dilakukan di depan umum telah melukai martabat keluarga besar, sehingga perlu diselesaikan secara adat.
“Menurut saya, harus ada pemulihan nama baik secara adat. Dalam bahasa daerah kami, istilahnya ‘Hok Guni Gelo‘. Tindakan Bupati ini sudah terlalu berlebihan dan tidak sesuai, sehingga hukum adat itu harus kena,” tegas Ignasius saat ditemui di kediamannya.
Istilah Hok Guni Gelo dalam tradisi masyarakat setempat merujuk pada ritual pembersihan nama baik atau pemulihan martabat seseorang yang telah dinistakan atau dipermalukan di hadapan publik, agar keseimbangan batin dan sosial kembali pulih.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
