Indeks
Daerah  

Lagi, Pemkab Sikka Gandeng Pihak Ketiga Kelola Aset Publik: Strategi PAD atau Ketidakmampuan Daerah?

"Parkir juga pihak ketiga, ini lagi tempat bersejarah juga pihak ketiga. Memangnya Pemerintah tidak mampu kelola sendiri? Semua diserahkan ke pihak ketiga," tutur seorang warga kesal. 

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
FB IMG 1778632098390 800x358 1
Pemkab Sikka sepenuhnya lepas tangan atas pengelolaan Taman Kota Monumen Tsunami Maumere dengan menyerahkan pengelolaan kepada PT FTF Globalindo melalui skema kerja sama investasi jangka panjang selama 25 tahun. | (Foto: Dok istimewa)

“Jadi yang harus dibangun persepsinya adalah langkah-langkah yang kita lakukan termasuk hari ini dan ke depan bukan buat pemerintah, terakhirnya adalah buat masyarakat. ​Jadi cara berpikirnya harus demikian. Kalau ini untuk belanja-belanja lain yang kita harapkan ke depan bisa kita dorong di tengah kondisi ekonomi kita, PAD kita yang bukan lesu lagi tapi agak berat,” jelas Bupati Sikka.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait segera menyelesaikan administrasi dan regulasi pendukung agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Sementara itu, Manajer PT FTF Globalindo, Bangun Jocelyn Tobing, memaparkan konsep revitalisasi taman kota yang akan dilakukan perusahaan tersebut.

Menurut Jocelyn, kawasan Monumen Tsunami Maumere akan ditata ulang dengan konsep ruang publik modern yang memadukan fungsi memorial, edukasi, wisata dan ekonomi.

“Monumen tsunami memiliki makna historis, edukatif dan sosial yang mendalam bagi lintas generasi,” katanya.

Ia menyebut kondisi taman saat ini kurang terawat, fasilitas terbatas, pencahayaan minim serta belum tersedia sarana olahraga dan rekreasi yang memadai bagi masyarakat.

Karena itu, PT FTF Globalindo menawarkan revitalisasi dengan menghadirkan berbagai fasilitas baru seperti lokasi UMKM, tempat bermain anak, mini restoran, mini market, panggung hiburan hingga pusat kuliner baru.

Selain itu, perusahaan juga menargetkan berbagai sumber pendapatan dari kawasan tersebut, mulai dari retribusi parkir, sewa tenant, mini store dan coffee shop, reklame, event bazar, night market hingga kerja sama sponsor.

Dalam presentasinya, PT FTF Globalindo juga menawarkan skema kerja sama Build, Operate and Transfer (BOT) selama 25 tahun, dengan seluruh biaya pemeliharaan taman ditanggung investor selama masa kerja sama berlangsung.

Revitalisasi kawasan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi perbaikan fisik monumen dan taman, penambahan lampu taman, kursi taman, spot foto, perbaikan jalan serta penataan gapura kawasan.

Sedangkan tahap kedua mencakup pembangunan foodcourt, minimarket express, area bermain anak, panggung hiburan, fasilitas olahraga multifungsi, area parkir, pusat UMKM hingga kawasan reklame dan wisata foto.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version