“Ini kurangnya saja mereka tidak bawa senjata, kalau mereka bersenjata lengkap berarti kami di Wuring ini pasti dipandang buruk,” tuturnya.
Penjagaan ketat ini memastikan tidak ada satu pun aktivitas jual-beli yang kembali berlangsung di dalam area pasar, sesuai dengan penegasan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
Kondisi ini membuat para pedagang, alih-alih pindah ke Pasar Alok, memilih berjualan di lokasi darurat sekitar 300 meter dari gerbang yang dijaga.
Para pedagang memilih bertahan di bahu jalan Kampung Wuring karena biaya transportasi dan operasional ke Pasar Alok dinilai mencekik, sementara mereka harus berjuang keras demi membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak mereka.
Penjagaan yang berlangsung hingga Rabu malam (10/12/2025) ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga seluruh pedagang benar-benar mematuhi kebijakan relokasi.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
