“Kenapa dilaksanakan pembangunan baru dan tidak dilakukan peningkatan di lokasi yang sudah ada? Karena untuk rumah sakit tipe C, lahan yang dibutuhkan itu harus tiga hektare lebih. Kondisi rumah sakit kita sekarang hanya 1,5 hektare, sehingga kita masih membutuhkan kurang lebih dua hektare,” jelasnya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Pemkab TTU memilih memindahkan lokasi ke Kilometer 6 jalur Kefamenanu – Kupang agar dapat menyediakan ruang yang memadai bagi pengembangan fasilitas medis di masa depan.
Dukungan Anggaran Pusat
Pemkab TTU optimis pembangunan dapat dimulai sesuai target, menyusul adanya kepastian indikasi ketersediaan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau tidak ada hambatan, maka tahun depan sudah bisa mulai pembangunan rumah sakit itu. Kita sudah mendapat gambaran bahwa anggarannya sudah ada untuk dimulainya pembangunan rumah sakit tersebut, langsung dari APBN. Ada perhatian khusus dari Bapak Menteri Kesehatan RI,” tegas Bupati.
Pembangunan RSUD baru ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas serta kualitas pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Timor Tengah Utara dan wilayah sekitarnya.
Kendati demikian, kelancaran eksekusi di lapangan akan sangat bergantung pada kesiapan teknis serta proses administrasi selanjutnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
