Indeks
Daerah  

Protes Kreatif di Sikka Viral: “Bukan PNS” Trik Agar Bisa Belanja di Pasar Wuring

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
InShot 20251215 131342468
Bupati dan Wakil Bupati Sikka (kiri) unggahan kritikan melalui media sosial (kanan). (Foto: Dok. Istimewa)

Detail pesan sindiran yang diakui oleh pemilik akun, yakni tulisan di Spakbor Motor “BUKAN PNS”. Pemilik akun mengaku tulisan ini bertujuan agar dirinya bisa bebas berbelanja di Pasar Wuring.

NTT-Post.com, SIKKA – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sikka yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) berbelanja di pasar ilegal seperti Pasar Wuring, dengan ancaman sanksi kepegawaian, memicu reaksi balasan yang unik dan kontroversial di media sosial.

Aksi protes kreatif ini berupa pesan sindiran yang diunggah dan menjadi viral di grup Facebook.

Dalam unggahan di grup Forum Peduli Rakyat Sikka, akun @Andi Wijaya Kusuma membagikan sebuah video berdurasi 30 detik yang menampilkan pesan sindiran di sepeda motor dan helm.

Video tersebut sontak menjadi bahan diskusi hangat di kolom komentar.

“Bukan PNS” sebagai Identitas Perlawanan

Dalam video tersebut, pemilik akun mengaku sengaja menuliskan pesan di motor dan helm mereka sebagai respons atas Surat Edaran (SE) yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi.

Detail pesan sindiran yang diakui oleh pemilik akun, yakni tulisan di Spakbor Motor “BUKAN PNS”. Pemilik akun mengaku tulisan ini bertujuan agar dirinya bisa bebas berbelanja di Pasar Wuring.

Selanjutnya tulisan di Helm “BUKAN HASIL PAJAK”. Tulisan ini diakui sebagai penegasan bahwa helm tersebut dibeli dari hasil keringat sendiri, bukan dari hasil pajak.

” Tulisan ini supaya saya bisa belanja di pasar Wuring. Kalau di helm ya itu karena hasil kerja keras,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version