Detail pesan sindiran yang diakui oleh pemilik akun, yakni tulisan di Spakbor Motor “BUKAN PNS”. Pemilik akun mengaku tulisan ini bertujuan agar dirinya bisa bebas berbelanja di Pasar Wuring.
NTT-Post.com, SIKKA – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sikka yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) berbelanja di pasar ilegal seperti Pasar Wuring, dengan ancaman sanksi kepegawaian, memicu reaksi balasan yang unik dan kontroversial di media sosial.
Aksi protes kreatif ini berupa pesan sindiran yang diunggah dan menjadi viral di grup Facebook.
Dalam unggahan di grup Forum Peduli Rakyat Sikka, akun @Andi Wijaya Kusuma membagikan sebuah video berdurasi 30 detik yang menampilkan pesan sindiran di sepeda motor dan helm.
Video tersebut sontak menjadi bahan diskusi hangat di kolom komentar.
“Bukan PNS” sebagai Identitas Perlawanan
Dalam video tersebut, pemilik akun mengaku sengaja menuliskan pesan di motor dan helm mereka sebagai respons atas Surat Edaran (SE) yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi.
Detail pesan sindiran yang diakui oleh pemilik akun, yakni tulisan di Spakbor Motor “BUKAN PNS”. Pemilik akun mengaku tulisan ini bertujuan agar dirinya bisa bebas berbelanja di Pasar Wuring.
Selanjutnya tulisan di Helm “BUKAN HASIL PAJAK”. Tulisan ini diakui sebagai penegasan bahwa helm tersebut dibeli dari hasil keringat sendiri, bukan dari hasil pajak.
” Tulisan ini supaya saya bisa belanja di pasar Wuring. Kalau di helm ya itu karena hasil kerja keras,” ujarnya dalam unggahan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
