Indeks
Daerah  

Sikap PMKRI Maumere Soal Dugaan TPPO di Pub Eltras: Siapkan Advokasi dan Pengumpulan Data

“Kami secara organisatoris akan mengawal kasus ini jika terbukti dan terpenuhinya unsur-unsur dalam TPPO. Kami tidak akan mengambil langkah melakukan desakan publik tanpa dasar atau kajian yang lengkap,” ujar Fabianus.

Reporter : Nivan Gomez Editor: Redaksi
IMG 20260207 WA0028
PMKRI Cabang Maumere. | (Foto: HO PMKRI Maumere)

NTT-Post.com, SIKKA – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan 13 Lady Escort (LC) di Pub Eltras kini menjadi perhatian publik di Kabupaten Sikka.

Menanggapi kasus yang tengah ditangani Sat Reskrim Polres Sikka tersebut, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere Santo Thomas Morus menyatakan sikap untuk mengawal persoalan ini secara objektif.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Fabianus Rowa, menegaskan bahwa secara organisatoris PMKRI akan melakukan advokasi dan pengumpulan data melalui metode gerakan khas perhimpunan. Pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil langkah tanpa dasar yang kuat.

“Kami secara organisatoris akan mengawal kasus ini jika terbukti dan terpenuhinya unsur-unsur dalam TPPO. Kami tidak akan mengambil langkah melakukan desakan publik tanpa dasar atau kajian yang lengkap,” ujar Fabianus.

Bantah Pertemuan Bersama Truk-F untuk Desakan Publik

Mengenai isu keterlibatan PMKRI dalam barisan desakan publik bersama Jaringan HAM Sikka dan Truck F, Fabianus menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat konsolidasi resmi yang diterima oleh pihak PMKRI.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT-post.Com

+ Gabung

Exit mobile version